Pulukan – Desa Pulukan baru saja terpilih sebagai salah satu desa yang mengikuti program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), sebuah inisiatif nasional yang bertujuan untuk memperkuat kemampuan desa dalam mengidentifikasi dan memanfaatkan data terkait kebutuhan dan potensi lokal.
Acara Kick Off program Desa Cantik di Desa Pulukan berlangsung di Agro Wisata Desa Pulukan pada hari Rabu (4/9). Acara ini dipimpin oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba, didampingi Kepala BPS Jembrana, Kepala UPTD KPH Bali Barat, Camat Pekutatan, dan Perbekel Pulukan. Kehadiran mereka menegaskan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.
Bupati Tamba menyatakan keyakinannya akan kesiapan Desa Pulukan untuk program ini. “Desa Pulukan menunjukkan kesiapan yang sangat baik dalam hal infrastruktur dan ketangguhan desa. Dengan adanya data yang akurat, desa ini akan dapat mengoptimalkan potensi yang ada,” ungkapnya.

Bupati Tamba juga menambahkan bahwa program Desa Cantik sangat penting untuk peningkatan pelayanan pemerintah desa. “Dengan data yang tepat, Kepala Desa dapat bekerja dengan lebih efektif dan memiliki kredibilitas tinggi,” ujarnya. Ia juga mendorong desa-desa lain di Jembrana untuk memanfaatkan program JSDDD (Jembrana Satu Data Dari Desa) secara maksimal, yang rencananya akan lebih diperdalam pada tahun 2025.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jembrana, Rocky Gunung Hasudungan, menjelaskan bahwa Desa Pulukan akan mengusung tema “Harmoni Ekonomi dan Alam untuk Bali Net Zero Carbon”. Tema ini bertujuan untuk mengintegrasikan data dalam pembangunan desa, dengan fokus pada kesejahteraan masyarakat dan pelestarian hutan.

“Perekonomian Bali, yang sangat bergantung pada pariwisata, juga membawa dampak pada lingkungan. Oleh karena itu, pelestarian hutan menjadi sangat penting untuk menjaga keseimbangan alam,” kata Rocky. Dia menambahkan bahwa program ini akan mengukur kontribusi hutan terhadap penyerapan emisi serta dampak pelestarian hutan terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.
Lebih lanjut, Rocky menjelaskan bahwa program ini akan menyertakan pengukuran konkret mengenai manfaat pelestarian hutan dan dampaknya terhadap masyarakat. “Kami akan memastikan bahwa slogan ‘hutan lestari, masyarakat sejahtera’ bukan hanya sekadar slogan, tetapi juga memiliki parameter pengukuran yang jelas,” tegasnya.
Dengan langkah awal ini, Desa Pulukan siap menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat bisa berjalan beriringan, menjadikannya sebagai contoh sukses untuk desa-desa lain di Jembrana dan sekitarnya.